"DOYAN IKAN" KONSUMSI MASYARAKAT BABEL MELEBIHI TERGET BABEL

 Ilustrasi (aktivitas jual beli ikan). Foto/Merdeka.

Caption: Ilustrasi (aktivitas jual beli ikan). Foto/Merdeka.

PANGKALPINANG - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan tingkat konsumsi ikan masyarakat di daerah ini mencapai 50,50 kilogram/kapita/tahun atau melebihi target yang ditetapkan pemerintah pusat 47,12 kilogram/kapita/tahun.

"Kita cukup berbangga karena tingkat konsumsi ikan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kecerdasan generasi penerus daerah ini," kata Kepala DKP Kepulauan Babel Hardi di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan pada tahun ini Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menargetkan konsumsi ikan masyarakat sebesar 33,14 kilogram/kapita/tahun guna menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kita terus berupaya agar masyarakat lebih gemar mengkonsumsi ikan melalui lomba masak berbahan baku ikan, memberdayakan nelayan tradisional agar hasil tangkapan ikannya lebih meningkat untuk memenuhi konsumsi ikan masyarakat yang tinggi," katanya.

Untuk itu, kata Hardi pihaknya mempermudah dan meningkatkan produktivitas makanan berbahan baku ikan dengan harga yang relatif terjangkau.

Selain itu, pihaknya juga berupaya meningkatkan citra kuliner makanan khas daerah  dengan bahan baku ikan, memfasilitasi pelaku usaha dalam mempromosikan produknya.

"Kami berharap program pemberdayaan pelaku pengolah hasil perikanan ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap kuliner khas daerah dan menciptakan keanekaragaman menu makanan berbahan baku ikan, pada akhirnya masyarakat semakin gemar mengkonsumsi ikan," ujar Hardi.

Menurut dia, kendala dalam meningkatkan konsumsi ikan masyarakat ini yaitu harga ikan yang masih cukup tinggi, karena hasil tangkapan ikan nelayan yang masih kurang dan ekspor ikan olahan ke berbagai negara tujuan yang tinggi, sehingga ketersediaan ikan di masyarakat kurang.

"Kita terus berupaya meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan tradisional ini melalui bantuan alat tangkap ikan, melatih nelayan tradisional untuk bisa memanfaatkan teknologi dan lainnya," katanya. ant

Artikel Terkait: