BEM FISIP UBB GELAR SEMINAR "PRIBUMISASI PANCASILA" BABEL

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB) gelar Seminar dalam rangka refleksi Hari Kebangkitan Nasional. Foto/Mediapembaharuan.com.

Caption: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB) gelar Seminar dalam rangka refleksi Hari Kebangkitan Nasional. Foto/Mediapembaharuan.com.

PANGKALPINANG -- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB) gelar Seminar dalam rangka refleksi Hari Kebangkitan Nasional yang bertema "Pribumisasi Pancasila dan Pilar UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika Dalam Mewujudkan Bangka Belitung Yang Kondusif.”  

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa ikut menghadiri acara tersebut di Hotel Puri 56 Pangkalpinang. Sabtu, (20/5/2017)

Adapun acara ini, turut mengundang narasumber yang mempuni dalam kajian seminar  itu. Prof,  Bustami Rahman, M.si, Prof. DR. H. Hatamar Rasyid, M.A dan Riswandi M.pd yang dipandu salah satu dosen FISIP UBB dan selaku Ketua Jurusan Sosiologi ibuk sujadmi M.A . 

Pemaparan awal dari acara ini yakni Bustami rahman dalam papernya yang berjudul “Membumikan Pancasila”  menjelaskan beberapa point. 

Setelah akhir dari diskusi tersebut ia beranggapan bahwa ini bukan salah pemerintah dan masyarakat atau pancasila,  namun ini adalah sebuah peroses dalam kenegaraan.

“Bukan salah Pancasila cuman ini, sebuah peruses bagaimana kita berpikir, bertindak dan kebiasaan-kebiasaan hanya saja persoalan nasib,"  Tutupnya.

Hatamar  Rasyid menjelaskan terkait pancasila yang telah termaktub dalam TAP  Nomor : VI/MPR/2001 tentang etika kehidupan berbangsa. 

Faktor internalnya adalah pemahaman dan pengamalan nilia-nilai pancasila dan ajaran agama yang sempit serta lunturnya penghargaan terhadap kemajukan dan ketidak adilan dalam bidang pembangunan ekonomi, sosial, politik dan hukum dipusat dan derah. 

Faktor eksternal adalah Globalisasi yang membawa persaingan antara bangsa yang semakin tajam dan kuatnya pengaruh budaya asing dan kurangnya sarana teknologi industri dalam perumusan kebijakan Negara. 

Disela-sela penjelasannya ia mengatakan bahwa mahasiswa sah-sah saja melakukan kegiatan yang memang positif untuk rumah kita (Pancasila) dan pemerintah juga tidak berfikiran bahwa mahasiswa ingin merusak pancasila itu sendiri.

”Mahasiswa dipersilahkan untuk  menyuarakan hal yang positif untuk rumah besar (Pancasila) kita. Namun pemerintah jangan memadang bahwa tindakan hal tersebut ingin merubuhkan rumah besar kita ( Makar)," Ujarnya. (Red)

Artikel Terkait: