PHRI BABEL: EO MXGP 2018 HARUS DIGANTI BABEL

 Para crosser dari dalam dan luar negeri menunjukkan kebolehannya dalam memacu motor mereka dalam event Internasional MXGP Seri 2 2017 yang berlangsung di Pangkalpinang.

Caption: Para crosser dari dalam dan luar negeri menunjukkan kebolehannya dalam memacu motor mereka dalam event Internasional MXGP Seri 2 2017 yang berlangsung di Pangkalpinang.

PANGKALPINANG - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bambang Patijaya mengatakan "event organizer" atau panitia pelaksana ajang Motocroos Grand Prix (MXGP) tahun 2018 yang kembali akan digelar di Pangkalpinang harus diganti agar pelaksanaannya lebih maksimal.

"Jika MXGP ini akan dilaksanakan lagi tahun depan, maka EO yang sekarang harus diganti karena sangat amatiran," katanya di Pangkalpinang, Minggu.

Ia menyebutkan, alasan EO tersebut harus diganti karena koordinasi dengan berbagai pihak sangat lemah, salah satunya kurangnya koordinasi dalam hal pengamanan dengan aparat kepolisian.

Selain itu, EO juga disinyalir tidak memiliki pendanaan yang baik, karena sampai akhir penyelenggaran masih meninggalkan utang kepada beberapa rekanan lokal.

"Berdasarkan laporan yang kami dapatkan pihak penyelenggara hingga kini masih meninggalkan utang dan saat ini masih dalam tahap penagihan," ujarnya.

Dikatakannya, ajang MXGP ini sudah pasti membawa hal positif, dimana olahraga dan pariwisata dapat dikombinasikan sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Kami dari PHRI Babel sangat mendukung kegiatan ini. Harapan kami dari pelaku pariwisata, even MXGP tetap dilaksanakan tahun depan di Pangkalpinang dengan melakukan perbaikan-perbaikan yang saat ini masih lemah antara lain dengan mengganti EO," katanya. (ant)

Artikel Terkait: