POLDA BABEL TANGKAP 1,4 TON TIMAH ILEGAL BABEL

 Karung berisi pasir timah ilegal yang berhasil diamankan Penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/2/2017) (ant)

Caption: Karung berisi pasir timah ilegal yang berhasil diamankan Penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/2/2017) (ant)

PANGKALPINANG - Penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung menangkap pasir timah basah ilegal sebanyak 1,4 ton dari Gedung milik HS alias H warga Desa Benteng Kota, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat provinsi itu.

Kepala Bidang Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, AKBP Abdul Mun'im di Pangkalpinang, Jumat, mengatakan pasir timah basah ilegal tersebut ditangkap Selasa (31/1) sekitar pukul 14.45 WIB.

"Penangkapan pasir timah tersebut dipimpin langsung oleh Kasubdit IV Tipiter AKBP Saptono. Selain pasir timah, penyidik juga menyita beberapa barang bukti lainnya," katanya.

Ia mengatakan barang bukti yang berhasil disita penyidik yaitu satu unit mobil Toyota Hilux BN 9220 LD, dua lembar surat tanda terima dari PT Timah warna pink tanggal 30 dan 31 Januari 2017, dua lembar surat angkut dari PT Timah warna pink tgl 30 dan 31 Januari 2017.

"Selain itu satu buah buku catatan penjualan pasir timah hijau, satu buah buku catatan penjualan pasir rimah orange dan satu buah buku catatan penjualan pasir timah warna coklat," ujarnya.

Dikatakannya dalam kasus timah ilegal tersebut, pihaknya juga mengamankan dua pelaku yaitu tersangka HS als H (35) warga Desa Benteng Kota, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat yang berperan sebagai subkolektor dan tersangka DO als D (38) warga Jalan Imam Bonjol Sungai Liat, Kabupaten Bangka yang berperan sebagai pemodal.,
    
Ia menyebutkan modus operandi pelaku yaitu membeli, mengumpulkan dan mengirim pasir timah basah ke gudang milik tersangka HS als H di Desa Benteng Kota, Bangka Barat, yang mana asal usul pasir timah tersebut berasal dari para penambang di Lokasi DAM 3 Desa Pinang Sebatang, Desa Tegak Raya dan dari penambang TI Apung Pantai pasir Kuning Kecamatan Tempilang.

"Jadi pasir timah yang diamanakan ini bukan berasal dari lokasi L. Kelanci yang berada pada IUP PT Timah sesuai surat perjanjian kerja (SPK) yang dimiliki pelaku," ujarnya.

Ia mengatakan para pelaku disangka melanggar Pasal 161 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliarJo Pasal 55, 56 KUHP.(ant)

Artikel Terkait: