Kapolda Babel Ajak Masyarakat Selektif Terhadap Medsos BABEL

 ilustrasi

Caption: ilustrasi

MEDIA PEMBAHARUAN.COM,mUNTUK - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Anton Wahono mengajak masyarakat selektif dan tidak mudah percaya isu yang berkembang di media sosial untuk menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Perkembangan media sosial akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan seiring berkembangnya teknologi, kami berharap masyarakat tidak mengonsumsinya mentah-mentah agar tidak mudah terprovokasi," katanya saat berkunjung ke Mapolres Bangka Barat di Muntok, Kamis.

Menurut dia, berita yang tersebar di media sosial sengaja disebarkan untuk kepentingan tertentu, seperti memecah belah dan mengadu domba masyarakat Indonesia.

Isu-isu yang berkembang, menurut dia, sebaiknya diproteksi secara aktif dengan melakukan pengecekan silang dari berbagai sumber yang bertanggung jawab.

"Harus cek silang dahulu agar tidak menimbulkan polemik dan mudah terbawa alur yang mereka inginkan," katanya.

Isu yang berkembang biasanya dikait-kaitkan dengan isu politik dan suku, agama, ras dan antargolongan yang dinilai cukup menarik perhatian dan mudah dikonsumsi masyarakat.

"Perkembangan media sosial sudah cukup fenomenal, kami harapkan masyarakat agar tidak mudah percaya isu yang dikembangkan yang sengaja memperkeruh, mengadu domba," kata dia.

Ia mengajak masyarakat juga arif dan bijaksana dalam menggunakan media sosial, tidak asal bicara namun dampaknya juga harus dipikirkan.

Ia mencontohkan isu perubahan bentuk dan dasar negara yang berkembang dalam beberapa hari terakhir patut dicermati dan diwaspadai agar dampaknya tidak meluas.

Apabila bentuk dan dasar negara diubah menjadi negara seperti keinginan kelompok tertentu harus dipikirkan dampaknya, bagaimana mereka yang berbeda agama, para pendiri bangsa sudah memikirkan betul keberadaan Pancasila yang bisa mengayomi keberagaman budaya dan agama di Indonesia.

"Apabila tetap dipaksakan, berapa juta orang warga negara yang akan menjadi korban, jangan hanya memikirkan kepentingan kelompok atau golongan sendiri," katanya.(ant) 

Artikel Terkait: