TAHUN 2016, TERJADI 25 KASUS ILEGAL FISHING DILAUT BABEL BABEL

 Dari data Kepolisian, Kasus Ilegal Fishing Mendominasi Di Laut Babel selama tahun 2016.MP

Caption: Dari data Kepolisian, Kasus Ilegal Fishing Mendominasi Di Laut Babel selama tahun 2016.MP

MEDIA PEMBAHARUAN.COM, PANGKALPINANG - Direktur Kepolisian Perairan (Dirpolair) Kepolisian Daerah (Polda) Bangka Belitung (Babel), Kombes Lucas Gunawan menjelaskan bahwa 43 kasus yang ditangani oleh pihak Ditpolair Polda Babel. Dari seluruh kasus tersebut, kasus ilegal fishing mendominasi, yaitu sebanyak 25 kasus. 

" Dari data yang kita miliki, bahwa masih banyak kasus Ilegal Fishing yang terjadi diwilayah Polda Babel atau dengan  kata lain masih banyak terjadi ilegal fishing yang terjadi dilaut Babel selama tahun 2016," ujar Lucas. 

Lebih lanjut, Luzas menjelaskan bahwa dari 43 kasus tersebut pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 39 kasus atau 90,7 %. " Kita telah menyelesaikan 39 kasus dari 43 kasus yang kami tangani, atau 90,7 % dri total kasus," ujarnya 

Sementara, Kabid Humas Polda Babel AKBP Abdul Mun’im juga menambahkan bahwa 39 kasus yang telah diselesaikan oleh Penyidik Ditpolair Polda Babel adalah antara lain  2  kasus pelayaran, 25 kasus illegal fishing, 8 kasus illegal mining, 1 kasus illegal oil, 1 kasus karantina, 1  kasus perompakan dan 1 kasus miras. " Dari data data di atas, bahwa kasus illegal fishing masih mendominasi yaitu sebanyak 25 kasus. Yang telah diproses sidik sendiri oleh Penyidik Ditpolair sebanyak 17 kasus dan sudah P 21 serta telah dilimpahkan ke Kejati Babel, sedangkan 7 kasus telah dilimpahlan ke PPNS DKP Kep. Babel dan 1 kasus dilimpahkan ke PPNS DKP Kabupaten Bangka Tengah," jelas Abdul.

Sedangkan untuk kasus illegal mining, Abdul menjelaskan bahwa  yang telah diungkap oleh Penyidik Ditpolair sebanyak 9 kasus dan yang sudah selesai diproses dan telah dilimpahkan ke JPU Kejati Babel sebanyak 8 kasus. " Hingga saat ini dari 9 kasus ilegal mining sudah diselesaikan 8 kasus dan sudah dilimpahkan ke Kejati Babel dan masih sisa 1 kasus yang hingga saat ini masih disidik," pungkasnya (NCS)



 




Artikel Terkait: