Polda Babel Tangka Pengoplos Elpiji Subsidi BABEL

 Tabung gas elpiji 3 Kg bersubsidi

Caption: Tabung gas elpiji 3 Kg bersubsidi

MEDIAPEMBAHARUAN,BABEL - Jajaran kepolisian Daerah (Polda) Bangka Belitung (Babel) telah mengamankan M (30) warga Kecamatan Toboali, Bangka Selatan yang diduga melakukan tindak pidana pengoplosan elpiji bersubsidi 3 kilogram ke dalam tabung 12 kilogram.

Penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang mengatakan bahwa pada tanggal 20 November 2016 lalu,  tersangka M ini di pangkalan gas miliknya melakukan pengoplosan gas dari ukuran 3 kilogram ke tabung 12 kilogram. " Kegiatan pengoplosan tersebut dilarang dan melanggar aturan yang ada sehinga tersangka M kita amankan untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya dihadapan hukum," ungkap  Kasubdit I Dirreskrimsus Polda Babel KBO Rully Tirta kepada wartawan, Jumat (2/12) Di Mapolda Babel. 

Rully mengatakan bahwa berdasarkan keterangan tersangka pengopolasn sudah dilakukan selama tiga bulan dan kemudian dijual di wilayah Toboali dan sekitarnya.

"Untuk bahan baku gas 3 kilogram ini didapatkannya dari dua pangkalan gas yang ia miliki. Sedangkan alat-alat yang digunakan untuk melakukan aksinya, seperti karet katub, besi segi enam dan lain sebagainya masih dalam proses penyelidikan dari mana asalnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Rully menjelaskan bahwa dari tangan tersangka pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa besi segi enam sebanyak tujuh buah, karet warna merah tujuh pelastik, tabung gas 12 kilogram 50 buah dan tabung gas 3 kilogram sebanyak 200 buah.

"Modus pelaku adalah dengan cara mengoplos gas subsidi 3 kilogram sebanyak empat tabung menjadi satu tabung gas ukuran 12 kilogram, jadi dengan modal sekitar Rp 66.000 pelaku bisa menjual gas oplosan tersebut antara Rp 125.000 hingga Rp 135.000," bebernya

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka akan dijerat dengan Pasal 62 ayat 1 junto Pasal 8 ayat 1a UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara dan denda sebesar Rp 2 miliar.

(Ncs)

Artikel Terkait: